RSS

Persekolahan Maniamas

Sejarah Maniamas

Didorong oleh rasa prihatin akan kehidupan masyarakat Dayak (khususnya anak-anak) di pedalaman daerah Landak yang miskin dan termarginalkan serta menyikapi perkembangan yang terjadi di sekitar kota Ngabang pada saat itu, maka pada tahun 1979 beberapa tokoh masyarakat Dayak dari daerah Landak berinisiatif dan menyatakan tekat mereka untuk menjawab tantangan zaman dengan dibentuknya suatu wadah yang dapat mengakomodir kegiatan-kegiatan dan kepentingan-kepentingan masyarakat Dayak yang berdomisili di kota Ngabang dan sekitarnya. Berkat dukungan para kepala desa dan pemuka-pemuka adat setempat dibentuklah suatu panitia yang mengurus kematian dengan sebidang tanah wakap masyarakat Dayak sebagai modal awal.

Pada tahun 1986  bermodal cita-cita luhur dan disokong dana Rp. 100.000 serta sebidang tanah wakap diputuskan untuk mendirikan suatu yayasan berbadan hukum. Pada tanggal 25 Juni 1986 lahirlah yayasan itu dengan nama “YAYASAN MANIAMAS NGABANG”

 Nama para pendiri adalah:

  1. Bpk. Abikusno Borneo (Ketua)
  2. Bpk. Elias Bahen Mondon
  3. Bpk. Vinsensius Syadidina Lungkar
  4. Bpk. Drs. Ambrosius Ayub, BA
  5. Bpk. M. Kosen Mondon
  6. Dengan akta tambahan menyusul juga sebagai anggota:
    Pastor Paroki Ngabang-Serimbu

Tinjauan Organisasi Maniamas

Adapun maksud dan tujuan didirikannya Yayasan MANIAMAS Ngabang ialah: sebagai wadah penyaluran aspirasi bagi masyarakat mengatasi ketertinggalan khususnya dalam bidang pendidikan bagi anak-anak yang ada di pedalaman. Yayasan MANIAMAS bergerak dalam bidang sosial, pendidikan umum dan kemasyarakatan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, pada tahun 1986 Yayasan MAMIAMAS dalam kerja sama dengan Pastor Paroki Ngabang-Serimbu mendirikan sebuah tempat pemondokan/asrama MANIAMAS untuk anak-anak sekolah yang menuntut ilmu di Ngabang. Pada tahun 1987 Yayasan mulai membuka sekolah-sekolah yaitu: SLTP MANIAMAS dan SMU MANIAMAS.

Untuk memenuhi statuta-statuta Yayasan, maka pada tanggal 8 Agustus 1994 pengurus pertama Yayasan Maniamas itu diganti dengan pengurus baru. Komposisinya sebagai berikut:

  1. P. Filianus Firmus (Ketua)
  2. Bpk. Drs. Antonius
  3. Bpk. Basri Effendi, alm.
  4. Bpk. Supandi z
  5. Bpk. Asunius
  6. Bpk. Nero Ahim

Anak-anak pedalaman ternyata mempunyai keinginan yang kuat untuk memajukan diri. Hal ini terlihat dari semakin bertambahnya minat mereka untuk mencari ilmu di pusat daerah Landak, kota Ngabang. Para Pengurus Yayasan berusaha menjawab trend dalam masyarakat waktu itu.Pada tahun 1997 Yayasan ini bersama dengan Pimpinan Umum Persekolahan memberanikan diri untuk membuka sebuah sekolah baru, yaitu sebuah Sekolah Kejuruan atau yang dikenal dengan SMK MANIAMAS.

Pada tahun 2002, sehubungan dengan RUU YAYASAN yang dicanangkan pemerintah Indonesia, para Pengurus Yayasan dihadapkan dengan suatu masalah besar. Oleh karena itu dalam rangka restrukturisasi dan mengoptimalkan kepengurusan lembaga pendidikan “MANIAMAS”, maka pada tanggal 21 April 2002 dalam rapat bersama para Pendiri dan para Pengurus Yayasan beserta Pastor Yakob Willi, OFMCap. selaku Pengelola Persekolahan Maniamas sekaligus dalam jabatannya sebagai Pastor Paroki Ngabang diputuskan bersama sebagai berikut:

  1. Pembubaran YAYASAN MANIAMAS NGABANG
  2. Peralihan kuasa hukum dan pemilikan Persekolahan dari YAYASAN MANIAMAS NGABANG kepada badan hukum baru yaitu: Gereja Katolik PAROKI NGABANG, KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK.

Keputusan tersebut kemudian dikukuhkan dan disahkan oleh/dengan Akta Notaris Nomor 47 tertanggal 23 April 2002. Walaupun Yayasan Maniamas sudah tidak ada lagi, namun nama MANIAMAS tetap diangkat dan disatukan sebagai lembaga Pendidikan PERSEKOLAHAN MANIAMAS NGABANG.Mengingat Paroki Ngabang sejak semula dilayani oleh pastor-pastor Kapusin, maka dalam upaya menjaga kesinambungan yang berkelajutan dalam kepemimpinan Persekolahan Maniamas, maka akhirnya pada tahun 2007 kepemilikan Persekolahan Maniamas dipindah tangankan dan dialihkan ke PERHIMPUNAN BIARAWAN-BIARAWAN KAPUSIN Pontianak. Hal itu dikukuhkan dengan Akta Notaris.

Sekolah Taman Kanak-kanak (TK AMKUR NGABANG yang dikelola oleh suster-suster KFS (Kongregasi Fransiskanes Sambas) membuka peluang untuk pendidikan lanjut dan semakin banyaknya jumlah anak yang ditamatkannya, maka dirasakan ada kekurangan dalam rantai jenjang pendidikan di Persekolahan Maniamas. Untuk menjawab kekurangan tersebut, pada tahun 2007 lahirlah “anak bungsu” itu dengan dibukanya sebuah sekolah baru, yaitu: SD MANIAMAS.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: